Senin, 04 Januari 2016

Prinsip-prinsip Media Pembelajaran



BAB I
PEMBAHASAN
A.      Latar Belakang
Pengajaran adalah suatu aktivitas (proses) belajar mengajar. Didalamnya ada dua subjek yaitu guru dan anak didik. Tugas dan tanggung jawab utama seorang guru atau pengajar adalah mengelola pengajaran denga lebih efektif, dinamis, efisien dan positif yang ditandai dengan adanya kesadaran dan keterlibatan aktif diantara dua subjek pengajaran, guru sebagai penginisiatif awal dan pengarah serta pembimbing, sedangkan pesrta didik sebagai yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan diri dalam pengajaran.
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sabar merencanakan kegiatan pelajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan media guna kepentingan pelajaran.
Mengaplikasikan beberapa prinsip penggunaan media dalam pembelajaran adalah upaya lain yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Dalam memilih media untuk pembelajaran, pengajar sebenarnya tidak hanya cukup mengetahui tentang kegunaan, nilai, serta landasannya , tetapi juga harus mengetahui bagaimana cara menggunakan media tersebut. Adapun prinsip-prinsip umum pengunaan media yaitu a) Penggunaan media pemeblajaran hendaknya dipandang sebagai bagian intergral dalam sistem pembelajaran, b) Media pembelajaran hendaknya dipandang sebagai sumber dana, c) Pengajar hendaknya memahami tingkat hirarki (sequence) dari jenis alat dan kegunaannya, d) Pengujian media pembelajaran hendaknya berlangsung terus , sebelum , selama , dan sesudah pemakaiannya, e) Penggunaan multi media akan sangat menguntungkan dan memperlancar proses pembelajaran.

B.       Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran ?
2.    Apa fungsi penggunaan media dalam proses pembelajaran ?
3.    Bagaimana cara proses pembelajaran menjadi menyenangkan ?
4.    Bagaimana persiapan sebelum menggunakan media ?
5.    Bagaimana pelaksanaan penggunaan media ?


C.      Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu untuk mengetahui apa yang dimaksud media pembelajaran, langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam menggunakan media, serta prinsip-prinsip dari penggunaan media pembelajaran.

BAB II
PEMBAHSAN
A.      Pengertian Media Pembelajaran
Kata media sendiri berasal dari bahasa latin, yakni medium” atau bentuk jamak dari medium yang secara etimologi berarti tengah, perantara atau pengantar. Jika media digunakan dalam kegiatn belajar mengajar bisa diartikan sesuatu yang dapat menyampaikan informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. Dilihat dari pengertian media memiliki peranan yang besar dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Bahkan keabstrakan bahan dapat dikonkretkan dengan kehadiran media. Dengan demikian, anak didik lebih mudah mencerna bahan daripada tanpa bantuan media.
 Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Media berperan sebagai pendukung eseni tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Lebih detail fungsi penggunaan media dalam proses pembelajaran, diantaranya:
1.    Menarik perhatian siswa.
2.    Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran.
3.    Memperjelas penyajian pesan agar tidak berifat verbalitis ( dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan).
4.    Mengatasi keterbatasan ruangan.
5.    Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif.
6.    Waktu pembelajaran bisa dikondisikan.
7.    Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar.
8.    Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu atau menimbulkan gairah belajar.
9.    Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam.
10.     Meningkatkan kadar keaktifan atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Dari beberapa fungsi media, dalam pengajaran, namun tetap tidak bisa menggantikan peran dari seorang guru. Media hanyalah sebuah alat yang memfasilitasi guru dalam pengajaran. oleh karena itu, guru tidak dibenarkan jika menghindar dari tugas mengajar dan digantikan dengan media. Ada enam langkah yang bisa ditempuh guru dalam mengajar mempergunakan media yakni:
1)   Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media
2)   Persiapan guru dengan cara memilih dan menetapkan media mana yang akan dimanfaatkan guna mencapai tujuan
3)   Persiapan kelas, anak didik dan kelas dipersiapkan sebelum pelajaran dengan bermedia dimulai. Guru harus dapat memotivasi  mereka agar dapat menilai, menganalisis, menghayati pelajaran dengan menggunakan media pelajaran
4)   Langkah penyajian pelajarandan pemanfaatan media. Media diperankan guru untuk membantu tugasnya menjelaskan bahan pelajaran
5)   Langkah kegiatan belajar siswa. Pemanfataan media oleh siswa sendiri dengan mempraktekkannya atau oleh guru langsung baik di kelas atau di luar kelas
6)   Langkah evaluasi pengajaran. Sampai sejauh mana tujuan pengajaran tercapai, sekaligus dapat dinilai sejauhmana penggunaan media sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilan proses belajar siswa.
Meski ada yang membedakan antara media dan multimedia, namun secara umum media pembelajaran adalah segala sesuatu yang berupa alat, baik itu berupa buku, televisi, koran, majalah, internet dan lain sebagainya yang membantu pengajar dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran melalui penggunaan alat bantu pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik penggunanya. Pentingnya media pembelajaran dalam sebuah proses pembelajaran memang tidak diperdebatkan lagi. Namun begitu, para ahli berbeda pendapat berkaitan dengan konsep atau definisi yang tepat mengenai media pembelajaran. Susilana dan Riyana telah merangkum pendapat-pendapat tersebut dalam. Berikut adalah pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan terkait dengan media pembelajaran:
1)   Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi media adalah perluasan dari guru (Schram: 1977);
2)   Sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk
teknologi perangkat kerasnya (NEA: 1969);
3)   Alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar (Briggs: 1970);
4)   Segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran pesan (AECT: 1977);
5)   Berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar (Gagne: 1970);
6)   Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa untuk belajar (Miarso: 1989).

B.       Penggunaan Media dalam Pembelajaran
1.    Prinsip-prinsip Umum Penggunaan Media
Dalam memilih media untuk pembelajaran, pengajar sebenarnya tidak hanya cukup mengetahui tentang kegunaan, nilai, serta landasannya , tetapi juga harus mengetahui bagaimana cara menggunakan media tersebut. Adapun prinsip-prinsip umum pengunaan media sebagai berikut :
a)    Penggunaan media pemeblajaran hendaknya dipandang sebagai bagian intergral dalam sistem pembelajaran.
b)   Media pembelajaran hendaknya dipandang sebagai sumber dana.
c)    Pengajar hendaknya memahami tingkat hirarki (sequence) dari jenis alat dan kegunaannya.
d)   Pengujian media pembelajaran hendaknya berlangsung terus , sebelum , selama , dan sesudah pemakaiannya.
e)    Penggunaan multi media akan sangat menguntungkan dan memperlancar proses pembelajaran.
2.    Langkah-langkah Penggunaan Media
·      Persiapan sebelum Menggunakan Media
o  Mempelajari petunjuk penggunaan media yang akan digunakan atau mungkin diperlukan buku-buku khusus tentang cara penggunaan media yang akan digunakan tersebut, terutama bila dibutuhkan perangkat keras seperti berbagai jenis pesawat proyektor (media elektronik). Periksalah voltase alat untuk disesuaikan dengan listrik setempat sebelum menghidupkan alat . Setelah itu , ikuti pentunjuk –petunjuk khusus tiap alat. Misalnya OHP ada petunjuk khusus penempatan layer, pemakaian pesawat yang menghemat lampu OHP , cara meletakkan alat , tempat berdiri gur dll.
o  Semua peralatan yang akan digunakan perlu disiapkan sebelumnya , sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran tidak akan terganggu oleh hal-hal yang bersifat teknis. Perhatikan pengaturan ruang maupun pebelajar , bila media akan digunakan secara kelompok, penempatan media diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan semua pebelajar untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
·      Pelaksanaan Penggunaan Media
Pada saat kegiatan belajar dengan menggunakan media berlangsung, hendaknya dijaga agar suasana tetap terjaga . Keadaan tenang tidak berarti pebelajar harus duduk diam, yang penting perhatian pebelajar tetap terjaga. Bila hendak menggunakan pesawat proyektor yang memerlukan kegelapan ruang, usahakan agar pebelajar masih dapat menulis, sehingga masih mungkin membuat catatan yang perlu. Kalau misalnya dalam proses pembelajaran pengajar masih perlu menambahkan penjelasan yang harus ditulis dipapan tulis atau di transparansi, usahakan agar pebelajar tidak terhalang oleh posisi berdiri pengajar. Di samping itu, pengajar jangan sampai terlampau lama membelakangi pebelajar, sehingga kelas kacau karena perhatian pengajar berkurang. Kalau media akan digunakan secara kelompok, usahakan setiap kelompok secara bergantian dipantau. Dengan demikian, pengajar dapat membantu pebelajar bila mendapat kesulitan. Selain itu, dapat menjaga ketertiban kelas (antar kelompok tidak saling terganggu). Selama sajian media berlangsung dapat diselingi dengan pertanyaan, meminta pebelajar melakukan sesuatu, misalnya mengerjakan soal.
3.    Evaluasi
Tahap ini merupakan tahap penyajian apakah tujuan pembelajaran telah tercapai, selain untuk memantapkan pemahaman materi yang disampaikan melalui media. Untuk itu perlu disediakan tes yang harus dikerjakan oleh pebelajar sebagai umpan balik. Kalau ternyata tujuan belum tercapai, maka pengajar perlu mengulangi sajian program media tersebut.
4.    Tindak Lanjut
Dari umpan balik yang diperoleh, pengajar dapat meminta pebelajar untuk memperdalam sajian dengan berbagai cara, misalnya: diskusi tentang hasil tes , mempelajari referensi dan membuat rangkuman, melakukan suatu percobaan, observasi dan lain-lain. Dari uraian di atas merupakan suatu prinsip penggunaan media secara umum dalam pemebelajaran.
Azhar Arsyad menyebutkan beberapa prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran antara lain:
a.    Proses Pembelajaran menjadi Menyenangkan
Pembelajaran yang menyenangkan dapat dibuat sedemikian rupa, misalnya dengan permainan instruksional, atau dengan yang lainnya.
b.    Proses Pembelajaran menjadi Lebih Interaktif
Dengan media pembelajaran yang baik, maka proses pembelajaran diharapkan akan menjadi lebih interaktif. Membuat media pembelajaran yang mudah digunakan oleh siswa,akan membuat siswa lebih tertarik dan berperan aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
c.    Tersedia Feedback (Umpan Balik)
Media pembelajaran yang baik, seharusnya tersedia umpan balik atau feedback yang dapat dengan mudah dipahami oleh siswa, sehingga jika terdapat kesalahan yang dikerjakan siswa dapat dengan segera diketahui dan dipahami. Media pembelajaran yang menyediakan feedback dapat meningkatkan motivasi diri pada siswa, dengan menginformasikan hasil yang didapat oleh siswa saat mengerjakan.
Dalam menggunakan media hendaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip tertentu agar penggunaan media tersebut dapat mencapai hasil yang baik. Prinsip-prinsip itu menurut Dr. Nana Sudjana (1991: 104) adalah:
1)   Menentukan jenis media dengan tepat; artinya, sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang akan diajarkan.
2)   Menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat, artinya perlu diperhitungkan apakah penggunaan media itu sesuai dengan tingkat kematangan/kemampuan anak didik.
3)   Menyajikan media dengan tepat; artinya, teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran haruslah disesuaikan dengan tujuan, bahan metode, waktu, dan sarana yang ada.
4)   Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat. Artinya, kapan dan dalam situasi mana pada waktu mengajar media digunakan. Tentu tidak setiap saat atau selama proses belajar mengajar terus-menerus memperlihatkan atau menjelaskan sesuatu dengan media pengajaran.

BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Sebagaimana telah dijelaskan, bahwa setiap media pengajaran memiliki keampuhan masing–masing, maka diharapkan kepada guru agar menentukan pilihannya sesuai dengan kebutuhan pada saat suatu kali pertemuan. Hal ini dimaksudkan jangan sampai penggunaan media menjadi penghalang proses belajar mengajar yang akan guru lakukan di kelas. Harapan yang besar tentu saja agar media  menjadi alat bantu  yang dapat mempercepat, mempermudah pencapaian tujuan pengajaran. Ketika suatu media akan dipilih, ketika suatu media akan dipergunakan, ketika itulah beberapa prinsip perlu guru perhatikan dan pertimbangkan. Azhar Arsyad menyebutkan beberapa prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran yaitu Proses Pembelajaran menjadi Menyenangkan, Proses Pembelajaran menjadi Lebih Interaktif dan Tersedia Feedback (Umpan Balik). Memilih media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas. Apabila dalam pemilihan media pembelajaran tidak memiliki tujuan yang jelas maka, pemanfaatan media pembelajaran akan bergeser dari makna yang sebenarnya. Di mana makna yang terkandung dalam pemanfaatan media pembelajaran adalah  untuk memotivasi belajar siswa agar lebih giat dan tekun serta memahami dengan jelas apa yang disajikan oleh guru.








Daftar Pustaka:
Prof. Pupuh Fathur Rohman dan M. Sobry Sutikno, M. Pd.Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Refika Aditama.
www.tintaguru.com › artikel pendidikan
bdkpalembang.kemenag.go.id/penggunaan-media-dal...
m-zulkifli.blogspot.com/.../penggunaan-media-sumbe...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar