Aliran yang penting bagi filsafat abad ke-20 yaitu filsafat tentang
hidup atau “filsafat hidup”. Filsafat
hidup kira-kira tiga tahun yang lalu presis adalah suatu “peristiwa mode”
sebagaimana juga halnya dengan eksistensialisme sesuadah perang dunia kedua. Seorang
neo-kantian Rickert dalam tahun 1920 telah menulis sebuah buku yang terkenal
yang menantangnya, dimana ia mencoba membuka arti pengertian “hidup” itu
sebagai suatu pengertian mode, dan tidak mungkin dapat dipergunakan sebagai dasar
bagi sesuatu filsafat sejati. Sesungguhnya apa yang dikatakan Rickert itu
benar. Apa yang menarik perhatian “pendapat umum” dalam waktu tertentu , bagi
ilmu senantiasa sebagiannya telah using. Sesungguhnya bahwa mode itu adalah
suatu kekuasaan yang berbahaya , yang hendak memaksa manusia untuk mengikutinya
dengan menyampaikan pandangan kritis dari manusia itu.
Karangan yang
paling mashur dan yang paling banyak dibaca orang di antara semua filsuf-hidup
ialah orang perancis Henri Bergson, yang meninggal pada tahun 1941, antaranya
mengarang Essai sur les donnees immediate de la conscience (1889), L’evolution
creatrice (1907) dan Les deux sources de la morale at the la religion(1932).
Dalam filsafat
Bergson tampil “hidup” yang terdapat dimana-mana tetapi tidak dapat di pahami
oleh akal, menentang gambaran dunia yang statis yang tidak berubah-ubah tentang
ilmu modern. Sebagai ilmu mekanis dia tidak mengakui kebebasan rohani ,
kemungkinan kemerdekaan dan sifat batin daripada waktu. Dia menyerah dengan
tidak ada pembatasan kepada cita-cita dari yang kuantitatif, yang hendak
membawa segalanya kepada ukuran dan timbangan. Materialisme dan mekanisme
menerangkan bahwa roh itu adalah peristiwa yang tidak berdiri sendiri , terjadi
sebagai akibat daripada proses-proses zat. Dengan keharusan seperti halnya
ginjal-ginjal mengeluarkan urine (air-seni), demikian pulalah otak mengeluarkan
buah fikiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar